Aek sipitu dai, atau
air tujuh rasa atau dikenal orang-orang bule dengan sebutan
seven taste water adalah tujuan berikutnya dari rutinitas melalak ku. Setelah baru saja beranjak dari desa wisata tomok dan kota wisata parapat.
Aek sipitu dai, terletak di daerah boho, Limbong (
melewati kota pangururan). Jangan takut kesasar, setiap orang bahkan anak-anak setempat pun dapat menunjukkan secara pasti tempatnya. Aek sipitu dai adalah tujuh buah pancuran yang masing-masingnya memiliki rasa yang berbeda-beda. Air yang mengalir di pancuran ini berasal dari 7 buah mata air yang bergabung didalam satu tempat labuan (
bak panjang) namun ketika dialirkan ke tujuh pancuran rasanya dapat kembali terpisah. Menurut seorang penjaga tempat ini, setiap orang yang mau masuk kedalamnya (
untuk mencuci muka, mandi, ataupun meminum aek sipitu dai ini) haruslah memiliki hati yang bersih (j
ika tidak pastilah akan ada bala atau sakit penyakit bahkan kematian yang akan melanda). Seram juga rasaku ketika mau memasuki tempat ini. Dan menurut sang penjaga permintaan kita jika diminta dengan hati yang suci akan diberikan (
sudah banyak yang memperolehnya tutur sang penjaga). Apa yang aku minta? hmm… aku kesana hanya untuk menghormati leluhurku/nenek moyang ku orang batak.